← Japanlore

Topik

Everyday

6 artikel tentang topik ini.

A red torii gate framed by fresh green leaves

Kuil Shinto / Rubah / Inari

Cara Berkunjung ke Kuil Shinto Tanpa Terlalu Banyak Berpikir

Berkunjung ke kuil Shinto di Jepang tidak butuh persiapan panjang atau pengetahuan sempurna. Inilah hal yang sebenarnya penting, dan hal-hal yang bisa kamu lepaskan.

Kyoto rooftops and a pagoda at dusk

Perilaku Sehari-hari

Izakaya: Ritme Tak Tertulis yang Jarang Dijelaskan kepada Pengunjung Pertama

Izakaya bukan restoran dalam pengertian Barat. Ia punya logika pemesanan, tempo, dan ritus kecil tersendiri yang sering terlewat di buku panduan.

A quiet residential street in Japan under soft daylight

Perilaku Sehari-hari

Sumimasen: Mengapa Kata Jepang yang Paling Sering Digunakan Bukan Sekadar Permintaan Maaf

Pengunjung mendengar 'sumimasen' dipakai untuk meminta maaf, memanggil perhatian, dan berterima kasih, kadang dalam menit yang sama. Memahami fungsinya mengubah cara kamu membaca interaksi sosial di Jepang.

Cherry blossoms reflected in a city canal at night

Yokai / Folklor / Roh

Mengapa Folklor Masih Hidup di Tempat-Tempat Sehari-hari

Tradisi rakyat Jepang tidak mundur ke museum. Ia bertahan di lingkungan tempat tinggal, festival, posisi mesin penjual otomatis, dan cara tempat-tempat tertentu dirawat. Inilah alasannya.

A busy Tokyo night street with signs and passing cars

Perilaku Sehari-hari

Mengapa Tidak Ada Tip di Jepang—dan Apa Sebenarnya Arti Pelayanan di Sana

Banyak panduan menyarankan untuk tidak memberi tip di Jepang. Sedikit yang menjelaskan alasannya. Alasannya lebih dalam dari sekadar adat istiadat: ia mencerminkan pemahaman yang berbeda tentang apa itu pelayanan.

An old Japanese walking route through a mossy mountain forest

Kuil Shinto / Rubah / Inari

Mengapa Sebagian Kuil Shinto Berukuran Kecil

Jepang punya puluhan ribu kuil kecil di pinggir jalan yang nyaris tidak diperhatikan. Apa itu, mengapa ada, dan apa yang ia katakan tentang cara ruang sakral bekerja di Jepang.