← Japanlore

Topik

Shrines

24 artikel tentang topik ini.

A misty Japanese landscape with many small shrine torii scattered through forests, fields, and water — a sense of countless presences

Kuil / Dewa-Dewi / Kojiki

Ada berapa dewa di Jepang? — Apa arti 'Yaoyorozu' sesungguhnya

Jepang sering dikatakan memiliki 'delapan juta dewa'. Tetapi angka itu tidak harfiah. Sebuah pengantar singkat tentang siapa kami-kami ini, di mana mereka berada, dan bagaimana mulai menemui mereka di kuil-kuil.

Izanagi and Izanami standing together holding a jeweled spear, looking out toward an island emerging from morning mist

Kuil / Dewa-Dewi / Kojiki

Siapakah Izanagi dan Izanami?

Pasangan suami-istri di awal mitologi Jepang. Kojiki menceritakan kisah bagaimana mereka membuat pulau-pulau bersama — dan bagaimana mereka dipisahkan oleh kematian.

Amaterasu, the sun goddess, peering gently out of a cave entrance toward warm morning light

Kuil / Dewa-Dewi / Kojiki

Siapakah Amaterasu?

Amaterasu, dewi matahari yang dipuja di Ise, adalah salah satu kami sentral Jepang. Tetapi Kojiki juga menggambarkannya sebagai sosok yang terluka oleh adik laki-lakinya dan bersembunyi di sebuah gua. Sebuah tinjauan tentang kepribadiannya, dan di mana Anda dapat menemuinya hari ini.

Benzaiten, a graceful goddess playing a biwa, seated near a small red shrine on an island in a still pond

Kuil / Dewa-Dewi / Kojiki

Siapakah Benzaiten?

Satu-satunya dewi di antara Tujuh Dewa Keberuntungan. Benzaiten memegang biwa dan dipuja dekat air — kami musik, kefasihan, dan air, yang datang dari India dan disambut ke dalam panteon Jepang.

Ebisu, a cheerful fishing god holding a rod and a sea bream, sitting on coastal rocks at sunset

Kuil / Dewa-Dewi / Kojiki

Siapakah Ebisu?

Ebisu, salah satu dari Tujuh Dewa Keberuntungan, dikenal sebagai kami yang ceria dari memancing dan kemakmuran, memegang pancing dan ikan kakap. Asal mitologisnya, secara tidak terduga, dimulai dengan seorang anak yang dilepaskan di laut.

Hachiman, a calm older god in ceremonial robes, watching quietly from beside a shrine approach lined with old camphor trees

Kuil / Dewa-Dewi / Kojiki

Siapakah Hachiman?

Ada lebih dari 40.000 kuil Hachiman di seluruh Jepang. Hachiman dikenal sebagai dewa para prajurit, tetapi juga dipuja sebagai pelindung anak-anak dan keluarga. Sebuah tinjauan tentang sosok di balik gerbang-gerbang yang familiar itu.

Inari, a gentle androgynous deity holding rice stalks, a white fox messenger seated beside them, rice paddies behind

Kuil / Dewa-Dewi / Kojiki

Siapakah Inari? — Ukanomitama dan rubah-rubah

Torii merah tua dan patung-patung rubah yang Anda lihat di kuil-kuil di seluruh Jepang adalah milik Inari. Kami di pusat pemujaan itu adalah Ukanomitama. Sebuah tinjauan singkat tentang sosok di balik salah satu pemandangan kuil yang paling akrab di Jepang.

Konohanasakuya-hime, a young goddess in cherry-blossom robes holding a sakura branch, Mount Fuji in the misty distance

Kuil / Dewa-Dewi / Kojiki

Siapakah Konohanasakuya-hime?

Dewi yang dipuja di Gunung Fuji. Namanya berarti 'mekar seperti bunga sakura', tetapi Kojiki menceritakan kisah seorang dewi yang memilih melahirkan di dalam gubuk yang terbakar untuk membuktikan kejujurannya.

Ninigi, a young god holding rice stalks, looking out over misty terraced paddies in the Kirishima mountains

Kuil / Dewa-Dewi / Kojiki

Siapakah Ninigi?

Cucu Amaterasu, yang turun dari surga membawa beras. Kojiki menggambarkannya sebagai sosok muda, dengan kesalahan masa muda — pilihan-pilihan yang, dalam cerita, memberi kehidupan manusia batasnya.

Ōkuninushi crouching kindly on a quiet beach, a small white hare in the grass at his feet

Kuil / Dewa-Dewi / Kojiki

Siapakah Ōkuninushi?

Ōkuninushi dipuja di Izumo dan dikenal sebagai kami en-musubi — pengikat hubungan. Kojiki menunjukkan dia sebagai seseorang yang berkali-kali terluka, tetapi tidak pernah kehilangan kebaikan hatinya.

Sarutahiko, a tall earth deity with a long staff, standing at a forested crossroads beside an old Dōsojin stone

Kuil / Dewa-Dewi / Kojiki

Siapakah Sarutahiko?

Dewa sisi bumi yang memandu turunnya Ninigi dari surga. Berhidung panjang dan bermata terang, Sarutahiko adalah kami jalan, persimpangan, dan permulaan — dicintai sebagai pemandu, bukan ditakuti sebagai sosok asing.

Susanoo, a young storm god with long wild hair, standing by a river on the Izumo plains under a clearing sky

Kuil / Dewa-Dewi / Kojiki

Siapakah Susanoo?

Susanoo, adik laki-laki Amaterasu, adalah kami yang melukai kakaknya di langit — dan menjadi pahlawan di bumi dengan mengalahkan ular berkepala delapan, Yamata no Orochi. Sebuah tinjauan tentang rentang kepribadiannya.

Tsukuyomi, the quiet moon god walking through a moonlit forest near a small torii gate

Kuil / Dewa-Dewi / Kojiki

Siapakah Tsukuyomi?

Dewa bulan, saudara Amaterasu dan Susanoo. Kojiki hampir tidak menceritakan kisahnya — dan keheningan itu adalah bagian dari siapa Tsukuyomi.

A red torii gate framed by fresh green leaves

Kuil Shinto / Rubah / Inari

Cara Berkunjung ke Kuil Shinto Tanpa Terlalu Banyak Berpikir

Berkunjung ke kuil Shinto di Jepang tidak butuh persiapan panjang atau pengetahuan sempurna. Inilah hal yang sebenarnya penting, dan hal-hal yang bisa kamu lepaskan.

A misty forest shrine approach with a red torii gate

Yokai / Folklor / Roh

Kami vs Yokai: Versi Sederhananya

Kami dan yokai sama-sama penting dalam kehidupan spiritual Jepang. Keduanya bukan hal yang sama, dan memahami perbedaannya mengubah cara kamu membaca kuil, cerita rakyat, dan bentang alamnya.

Rows of vermillion Inari torii gates along a shrine path

Kuil / Rubah / Inari

Apa yang Sebenarnya Dimaksud Inari

Inari adalah salah satu kami yang paling banyak disembah di Jepang. Namun apa yang sebenarnya direpresentasikan oleh Inari sering disalahpahami. Berikut penjelasan yang lebih lengkap.

A shrine gate and lanterns glowing at night

Kuil Shinto / Rubah / Inari

Apa Sebenarnya Arti Persembahan di Kuil Shinto

Koin, sake, beras, makanan, kertas—kuil Shinto menerima banyak persembahan. Apa saja itu, mengapa diberikan, dan apa yang sebenarnya dilakukan oleh tindakan tersebut.

Cherry blossoms reflected in a city canal at night

Yokai / Folklor / Roh

Mengapa Folklor Masih Hidup di Tempat-Tempat Sehari-hari

Tradisi rakyat Jepang tidak mundur ke museum. Ia bertahan di lingkungan tempat tinggal, festival, posisi mesin penjual otomatis, dan cara tempat-tempat tertentu dirawat. Inilah alasannya.

A temple pagoda beside pale cherry blossoms

Konteks Lokal

Mengapa Kuil Lokal Sering Lebih Berarti daripada Kuil yang Terkenal

Kuil-kuil yang ada di setiap daftar wisata memang layak dikunjungi. Tetapi yang tidak masuk daftar sering memperlihatkan sesuatu yang tidak bisa ditunjukkan oleh yang terkenal.

A shrine torii gate partly hidden by green leaves

Kuil Shinto / Rubah / Inari

Mengapa Orang Bertepuk Tangan di Kuil Shinto

Tepukan tangan di kuil Shinto Jepang adalah salah satu gerakan paling kasat mata dalam praktik Shinto. Apa yang sedang dilakukannya, dan mengapa bentuknya seperti itu.

An old Japanese walking route through a mossy mountain forest

Kuil Shinto / Rubah / Inari

Mengapa Sebagian Kuil Shinto Berukuran Kecil

Jepang punya puluhan ribu kuil kecil di pinggir jalan yang nyaris tidak diperhatikan. Apa itu, mengapa ada, dan apa yang ia katakan tentang cara ruang sakral bekerja di Jepang.

Sunlight filtering through trees around a small forest shrine gate

Yokai / Folklor / Roh

Mengapa Sebagian Roh Bersifat Lokal

Banyak makhluk spiritual paling menarik di Jepang terikat pada tempat tertentu—sebuah desa, gunung, atau tikungan sungai. Mengapa lokalitas begitu penting dalam kepercayaan rakyat Jepang.

A close view through repeated vermillion torii gates

Kuil Shinto / Rubah / Inari

Mengapa Gerbang Torii Bukan Sekadar Hiasan

Gerbang torii muncul di mana-mana di Jepang—di kuil, di foto perjalanan, bahkan di jalan kota. Apa yang sebenarnya ditandainya, dan mengapa hal itu penting, lebih sederhana dari yang biasa dijelaskan.

Fox statues in front of a vivid red Inari shrine building

Kuil Shinto / Rubah / Inari

Mengapa Ada Patung Rubah di Kuil Shinto Jepang

Patung rubah di kuil Shinto Jepang bukan sekadar hiasan. Inilah alasan mereka ada di sana, dan mengapa itu penting untuk memahami kuil.